Gempa Cianjur, Kemensos Salurkan Bantuan ke Tujuh Kecamatan

Tue, Nov 22, 2022 1:25 PM
By Mona - Bersamamedia
News Article

Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan bantuan logistik ke tujuh kecamatan di Cianjur, Jawa Barat. Ketujuh kecamatan itu diketahui kondisinya parah setelah terdampak gempa bumi bermagnitudo 5,6, Senin (21/11/2022) siang.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini  mengatakan, pengiriman bantuan itu berasal Bandung, Sukabumi, Bogor, Bekasi, dan Jakarta. Selain itu, ia juga mengirimkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang ada di wilayah Yogyakarta, Solo, dan wilayah terdekat.

“Semua kita kerahkan ke sana, untuk membantu di Cianjur. Karena kita khawatir, mungkin ada yang masih tertimpa reruntuhan,” kata Mensos dalam siaran pers yang diterima, Selasa (22/11/2022).

Sejak Selasa dini hari, Risma terjun langsung mengatur penyaluran logistik untuk korban gempa Cianjur. Logistik berupa tenda dan alat kebersihan diri dipasok di SDN 2 Sukamaju Kampung Munjul Desa Gasol Kecamatan Cugenang.

"Warga yang bangunannya roboh dan untuk keamanan warga, maka kita siapkan untuk tempat istirahat mereka. Kita siapkan tenda-tenda," ujarnya.

Sementara itu, bantuan makanan siap saji akan didistribusikan pagi hari melalui dapur umum, menyusul bantuan toilet dan air bersih. Menurut Risma, salah satu kebutuhan yang paling mendesak yang harus dipenuhi adalah air bersih. 

"Ada yang kesulitan air, ada yang kesulitan toilet. Lagi perjalanan ke sini (bantuan toilet dan air bersih), kita coba siapkan tangki air sama tandon untuk air," ucapnya.

Mensos Risma mengatakan, untuk mengantisipasi adanya gempa susulan yang dapat membahayakan warga. Saat ini, Kemensos menyiapkan sekitar 1.000 tenda besar di tujuh kecamatan terdampak gempa di Kabupaten Cianjur.

"Yang kecil (tenda), kita siapkan 1000, yang besar ini kita sudah pasang di beberapa kecamatan. Kita sudah ada tujuh kecamatan yang kita tangani, laporannya per kecamatan," katanya.

 Risma memghimbau agar masyarakat tetap waspada akan adanya gempa susulan. "Menurut saya memang sebaiknya ada di luar," ujarnya.

"Terutama kalau malam hari, karena kalau malam hari itu kan terlelap gitu kan. Takutnya kalau gak terbangun saat gempa," katanya.

Comment

Leave a reply
Your email address will not be published.