Jadi Korban Orderan Fiktif, Ibu Penjual Makanan Menangis Tersedu-sedu

Wed, Aug 25, 2021 5:39 PM
By Jurnalis Tasikmalaya - Bersamamedia
News Article

Di saat para pedagang kecil memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena sulitnya ekonomi akibat dampak PPKM Level 4, ternyata masih ada oknum yang tega melakukan penipuan dengan melakukan orderan fiktif hingga merugikan para penjual makanan.

 

Seorang ibu bahkan menangis kebingungan karena bahan dagangan yang diorder oknum penipu ini masih utang di warung tetangganya.

 

Dalam video amatir yang beredar, seorang ibu penjual nasi kotak korban penipuan menangis dan kebingungan setelah menerima orderan nasi kotak sebanyak 180 kotak. Namun, saat diantarkan ke lokasi yang diberikan melalui pesan Whatsapp, ternyata nomor sang ibu ini diblokir.

 

Sang ibu yang mengenakan jaket kuning tersebut nampak lemas dan menangis karena ditipu. Bahkan, biaya yang digunakan untuk modal nasi kotak itu dari meminjam di warung. Niatnya akan membayar setelah pembayaran dari yang order nasi kotak miliknya.

 

Warga yang iba dengan nasib malang yang menimpa ibu ini pun akhirnya secara sukarela membantu sang ibu dengan membeli nasi kotak dagangannya. Namun ironisnya, aksi penipuan order fiktif melalui pesan Whatsaap ini juga dialami oleh pedagang makanan lainnya, sebanyak empat orang penjual makanan lainnya juga menjadi korban aksi penipuan dari oknum pelaku yang sama.

 

Evi warga Susunan Baru, Tanjung Karang Barat mengatakan, kejadian tersebut serupa dengan apa yang dialaminya. Bahkan, nomor Whatsapp dan alamat yang dikirimkan pun sama.

 

Dari sejumlah warga yang tertipu, nomor dan alamat pemesannya sama dan mengaku atas nama Husein.

 

Untuk meyakinkan orang yang diorder makanan atau barangnya, pelaku mengirimkan foto Masjid Jami' Al-Mabrur. Lokasi masjid berdasarkan yang dikirimkan di Jalan Gunung Agung Nomor 70, Kupang Kota, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

 

Pelaku melakukan order fiktif melalui chat ke nomor Whatsapp para korban yang didapat dari marketplace di Facebook. Diduga pelaku sengaja tidak melakukan pesan melalui inbox untuk menghilangkan jejak digitalnya.

 

Namun, saat pesanan diantar ke alamat yang dikirimkan oleh pelaku,nomor korban langsung diblokir dan pelaku tidak dapat dihubungi.

 

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, ternyata ada beberapa warga juga yang tertipu/ antara lain pedagang freezer harga Rp4,2 juta, pesanan minuman, kue basah dan makanan. Semua korban mengalami nasib yang sama, nomornya diblokir oleh pelaku.

 

"Ke sana bukan di-cancel, tapi ditipu, nomor saya diblokir, sampai di sana saya juga ketemu tukang nasi kotak, sama juga yang pesan Pak Husein ," ujar Evi seperti dikutip, Senin (26/7/2021)

 

Sungguh sangat disesalkan perbuatan pelaku ini. Apalagi saat ini sedang diberlakukan PPKM level 4 yang dikabarkan diperpanjang yang berdampak pada sulitnya ekonomi bagi para pelaku UMKM.

Comment

Leave a reply
Your email address will not be published.