Journey ID42NER jelajah Jawa - Bali bag 4 Final "Sunset pantai Bali menguatkan asa Persaudaraan."

Tue, Mar 23, 2021 11:37 AM
By Diky Gunawan - Bersamamedia
News Article

Journey bagian ke 4, adalah hari ke 4 dari Touring jelajah Jawa Bali dan hari terakhir di Bali, serta edisi journey terakhir, yang ingin saya ceritakan pengalaman berharga bersama id42ner dalam kegiatan Touring jelajah Jawa Bali. Sebenarnya hari ke 4 ini adalah jadwalnya kita tarik balik seluruh KR menuju Jakarta, jadi hari ini seharusnya terakhir di Bali dimana jadwalnya seharusnya dihari ke 4 rombongan sudah menuju kembali ke Jakarta. Namun karena seluruh peserta masih merasa eksaited atau senang di Bali dengan pelayanan hotel yang luar biasa dalam konteks fasilitasnya, maka atas inisiatif bersama diputuskan bahwa diperpanjang satu hari untuk kegiatan Touringnya di Bali, karena masih beberapa tempat wisata yang ingin kita kunjungi. Dan juga dari teman-teman berharapa ada waktu untuk shoping membeli oleh-oleh.

Walaupun ada dua unit yang kembali ke Jakarta, yaitu Om Ray dan Om Rahmat, yang keduanya memutuskan mendahului yang lain karena sebab ada kegiatan yang tentunya kegiatan pribadi yang tidak bisa ditinggalkan. Sementara yang lainnya berlanjut ke acara kunjungan wisata di pulau Dewata, selepas sarapan pagi kurang lebih jam 10, semua peserta sudah bersiap-siap di halaman depan hotel LV8 di Canggu untuk menuju ke sentral oleh-oleh, yaitu di Krisna. Memang kalau bicara tempat jualan oleh-oleh di Bali yang paling lengkap untuk wisatawan yang terbesar di Bali yaitu Krisna. Nah di Krisna juga ada beberapa tempat, nah yang kita kunjungi adalah Krisna di jalan Ahmad Yani, di tempat ini memang terbesar bangunannya seperti mall, jadi tentunya bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali lalu mencari oleh-oleh tentunya ketika datang kesana seperti berada di mall.

Untuk di Bali ini memang pasar oleh-olehnya sudah terlihat seperti modern, yang dimana biasanya itu hanya berada di pinggir-pinggir jalan, tetapi untuk di Bali ada tempat khusus tempat oleh-oleh namanya Krisna yang bangunanya seperti mall dengan beberapa lantai, yang pastinya setiap lantai berbeda-beda jenisnya, seperti di lantai 1 khusus barang-barang handmade, lantai 2 untuk pakaian tradisional, dan lain-lain. Untuk saya kebetulan berkunjung ke Krisna yang ada di bypass ada di bagian kanan. Jam 11 saya sudah selesai membeli oleh-oleh, dan sepertinya ada yang kurang lengkap jika ke Bali tidak membeli khasnya produksi Bali, akhirnya kita ke Joger untuk membeli kaos t-shirt produksi Joger di pusatnya. Jam 12 saya bergabung kembali dengan semua peserta yang masih menunggu peserta lain yang berbelanja, memang kita dari Touring ini didalam pikiran kita itu bagaimana ketika kita ke Bali bisa membawa oleh-oleh yang banyak, karena banyak titipan juga, kalau saya kebetulan banyak kariawan saya yang minta oleh-oleh nitip ini nitip itu.

Menunggu para istri istri shoping di Krisna Ahmad Yani

Ternyata waktu tidak terasa sehingga sekitar jam 3 kita berada di Krisna, dan bahkan masih ada saja ibu-ibu yang mencari sesuatu di dalam area sentra oleh-oleh tersebut. Karena sudah terlalu lama akhirnya sebagian mendahului untuk rolling terlebih dahulu mencari makan siang. Akhirnya karenan memang sebagian itu sudah lapar, langung menuju rumah makan Joglo. Ini satu tempat makanan tradisional gabungan khas Bali dengan Jawa, dimana menunya itu macam-macam. Seperti nasi ayam, gado-gado dan lainnya. Makananya sederhana tapi nikmat sekali, apa lagi saat itu kondisi perut sudah lapar sekali. Disana juga kita sambil menunggu teman-teman yang tertinggal di lokasi perbelanjaan, akhirnya jam 4 semua kumpul dan selasai makan siang, dan yang telat sampai itu adalah Om Hady dan keluarga itu baru datang dari Krisna, karena memang membeli banyak barang. Ini memang kita dari awal disampaikan ketuplak dan Om Ary agar kita jika memungkinkan belanja agar membeli banyak belanjaan prodak-prodak kerajinan Bali dalam rangka membantu UMKM yang ada di Bali, karena saat ini memang sedang terganggu dalam hal ekonomi karena pandemic. Dan mudah-mudahan dengan temen-temen id42ner belanjanya banyak, setidaknya bisa membantu ekonomi masyarakat yang berkecimpung di bidang UMKM.

Makan siang di salah satu tempat makan Favorite di Bali

Jam 4 kita putuskan rolling ke pantai untuk menikmati sunset atau matahari terbenam, di pantai ini sebenarnya masih menyambung pantai Kute, jadi kita rolling ke pantai tersebut kurang lebih perjalanan setengah jam jadi sampai sana jam setengah lima dan kita langsung bersantai di sebuah café yang menyediakan tenda-tenda dengan tempat duduk dari bantal yang menghadap ke pantai, suasana semakin romantic dengan diiringi music DJ dan ditambah dengan pemandangan sunset serta menikmati makanan dan minuman. Waktu yang begitu singkat kita manfaatkan untuk mempererat hubungan antara peserta. Karena Touring mobil ini dalam satu kendara pasti diisi satu keluarga, nah saat ketika sedang tidak berkendara sangat bagus untuk mempererat hubungan dengan berinteraksi dengan peserta lain. Dan ternyata disana ada jasa pijat local yang tentunya sangat kita butuhkan karena sudah melakukan Touring yang sangat jauh dan pastinya melelahkan, sehingga badan kita butuh terapi pijat. Maka akhirnya banyak teman-teman yang menggunakan jasa pijat termasuk saya juga, dengan 30 menit setelah dipijat badan tersa jauh lebih fit. Sementara yang lain ada yang mani padi, kukunya dibikin cantik, jadi ibu-ibunya memiliki kuku yang cantik, lalu ada yang ditato tetapi bukan tato permanen jadi kelihatan lebih seksi lagi. Ini lah memang hal yang unik dan pastinya tidak didapakan di tempat lain, karena hanya ada di Bali.

Ketika menikmati pijatan dari Jasa Pijat Lokal

Saat Menunggu Sunset

Sayangnya sunset yang kita tunggu-tunggu karena cuaca mendung berawan jadi sunsetnya tidak terlihat, setelah waktu masuk menjelang malam kita putuskan ke tempat makan. Yang kita tuju ini adalah tempat makan tradisonal dengan khas makananya adalah ikan dan ayam goreng. Tidak ada hal yang bisa kita sampaikan dalam sisi makan malam karena ini sifatnya tidak formil jadi seperti biasa saja makan malamnya, dan ini sebagai makan malam terakhir karena esok hari sebagian dari pada peserta itu akan checkout dan akan kembli ke Jakarta. Karena ada hal urgen yang memang mengharuskan segera kembali , akhirnya saya memutuskan berangkat sendiri di pagi hari menuju Banyuwangi karena ada kegitan disana, sedangkan yang lain diesok harinya sebelum rombongan ditarik ke Jakarta, itu masih menjalankan aktifitas wisata ke bebrapa titik wisata di dareh Bedugul, untuk ke beberapa spot wisata yang menarik disana dan selanjutnya di sore harinya baru berangkat menuju Banyuwangi.

Om Mat chapter sulteng setia selalu ikut kegiatan touring

Sebuah akhir cerita perjalanan ini memang tidak ditutup pada titik point klimak untuk sebuah rangkaian Touring ini, tetapi inilah sebuah seni, sebuah hal yang berbeda, kadang untuk membuat skedul waktu yang diaman dari setiap orangnya memiliki waktu yang berbeda-beda, mungkin ada yang memiliki waktu yang panjang, atau waktu yang pendek karena sebuah kesibukannya. Karena memang member-member id42ner ini dari berbagai macam propesi, ada pengusaha, ada pembisnis, ada juga pegawai pemerintahan, sehingga tentunya untuk menjadikan sebuah skedul waktu yang masing-masing ada kenginan itu akan sulit dibuat, tetapi sebuah jiwa kebersamaan dalam Touring ini sudah terbentuk mulai dari awal perjalanan ini dan tujuan yang tadi diawal dimana kita mencoba membantu pemulihan program wisata di Bali, kita berharap dengan adanya kegiatan ini bisa sedikit membantu masyarakat yang ada di Bali. Satu yang ingin saya sampaikan bahwa, sebuah komunitas didalam sebuah kegiatannya yang terbangun atau tercipta adalah sebuah persaudaraan, pertemanan dan juga kebahagiaan, salam id42ner yes.. yes.. yes..

Berphoto bersama di Bedugul

 

Comment

Leave a reply
Your email address will not be published.