Kementan Minta Penggunaan Pupuk Bisa Tepat Sasaran

Mon, Aug 8, 2022 2:23 PM
By Mona - Bersamamedia
News Article

Kementerian Pertanian (Kementan) meminta petani agar penggunaan pupuk bisa tepat sasaran sesuai konsep Good Agricultural Practices (GAP) atau pratik pertanian yang baik. Sehingga tidak ada lagi pemborosan jumlah pupuk.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo  mengatakan, selama ini informasi yang masuk ke pihaknya masih ada petani yang menggunakan hingga 500 kg untuk 1 hektare lahan pertanian. 

"Arena kita selama ini pake pupuk rata-rata 500 kg per 1 Hektare padahal menurut orang cukup 300 Kg, kadang-kadang 200 Kg cukup. Berarti banyak yang lebih," kata Mentan dalam sosiliasisi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di daerah, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/8/2022).  

"Apakah itu betul? ya gabisa bapak saya biasanya, biasanya kita terkungkung, kalau gitu terapannya ada dilapangan nih bukan di konsepsi," ujarnya.

Mentan memberikan waktu pada jajarannya untuk segera menerapkan sistem pemupukan ini selama 3 bulan kedepan. Dengan rincian, satu bulan pertama masuk tahap uji coba, bulan kedua tahapan penerapan konsep baru pemupukan, kemudian melihat hasilnya pada bulan ketiga. 

Adapun tujuannya, agar terbentuk budaya baru dalam sistem pemupukan di Indonesia. Tentunya dengan tetap memantau perkembangan produktivitas dari hasil penerapan sistem ini.  

"Ini yang aku tunggu nih, ada gak budaya baru? Sekarang kau pake berapa pupuk setelah terapan ini berapa yang kurang. Bagaimana produktivitasnya dll sebagainya, kita tunggu," ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta jajarannya rutin memonitoring penerapan sistem ini sehingga petani tidak jalan sendiri. Ia pun meminta, agar ada keterlibatan mitra seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas).

"Yang kelima dalam pelaksanaan lapangan tidak bisa sendiri, mungkin ikut sertakan kelompok-kelompok tertentu atau mitra-mitra yang bisa membnetu. Salah satu Babinsa, bhabinkamtibmas untuk dapat memernapkan konsep ini," katanya, melanjutkan.

Sebelumnya, pemerintah mengelokasikan Rp25 triliun untuk subsidi pupuk 16 juta petani. Akan tetapi, pupuk yang disalurkan hanya ada 2 jenis, yaitu Urea dan NPK. 

Subisidi pupuk ini juga masih terbatas. Hanya menyasar sembilan komoditas utama. Seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, kakao, dan tebu rakyat.

Penyesuaian subsidi pupuk ini tak lepas dari kondisi geo politik yang dialami dunia, mulai dari perang Ukraina dan Rusia, krisis pangan hingga krisis energi.

Comment

Leave a reply
Your email address will not be published.