KPK Tahan Bupati Bandung Barat dan Anaknya

Sat, Apr 10, 2021 11:20 AM
By Noer - Bersamamedia
News Article

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menahan tersangka Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dan anaknya Andri Wibawa, Jumat (9/4/21).

Penahanan akan dilakukan selama 20 hari ke depan guna keperluan penyidikan kepada dua tersangka terhitung sejak tanggal 9 April hingga 28 April 2021.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, Aa Umbara bakal ditahan di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Sedangkan anaknya, Andri akan ditahan di Rutan KPK cabang Kavling C1.

“Sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, tersangka akan lebih dahulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari pada Rutan KPK Kavling C1,” kata Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Ghufron menjelaskan, penahanan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat tahun 2020.

Sebelumnya, penyidik KPK menggeledah lima rumah keluarga Aa Umbara Sutisna di Lembang pada Rabu (7/4/21).

Penggeledahan yang dilakukan penyidik guna mengetahui rangkaian perbuatan para tersangka dalam kasus tersebut.

Dari lima lokasi tersebut, ditemukan berbagai barang bukti di antaranya dokumen yang diduga terkait dengan perkara.

KPK juga telah menggeledah dua lokasi di wilayah Bandung Barat yakni yakni Kantor Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan (Bapelitbang) dan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (6/4/2021).

Dari hasil penyidikan itu, KPK secara resmi menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sebagai tersangka.

Selain itu, KPK menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Mereka ialah Andri Wibawa sebagai swasta dan M Totoh Gunawan, pemilik PT Jagat Dir Gantara dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang.

Dari ketiga orang itu, hanya Totoh yang memenuhi panggilan penyidik. Dia telah ditahan KPK.

Lembaga antirasuah menduga, Aa Umbara menerima uang sebesar Rp 1 miliar. Sedangkan Andri Wibawa, diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Total keduanya menerima Rp3,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp 2 miliar.

Atas perbuatannya, Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sedangkan Andri dan Totoh disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Comment

Leave a reply
Your email address will not be published.