Menkeu Perketat Pengawasan Pembawaan Uang Tunai Lintas Batas

Thu, Nov 24, 2022 6:35 AM
By Mona - Bersamamedia
News Article

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya pengawasan terhadap pembawaan uang tunai dan instrument pembayaran lain lintas batas. Karena pembawaan uang tunai lintas batas kepabeanan Indonesia dapat menimbulkan risiko yang dapat mengganggu perekonomian nasional.

"Pembawaan uang tunai lintas batas negara semakin meningkat, seiring dengan semakin longgarnya mobilitas masyarakat. Indonesia harus mewaspadai hal ini, karena dapat terjadi penyalahgunaan pembawaan uang tunai dan instrumen pembayaran lintas batas," kata Sri Mulyani dalam acara 'Diseminasi Kebijakan dan Regulasi Pembawaan Uang Tunai dan Instrumen Pembayaran Lain Lintas Batas' di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Penyalahgunaan yang dimaksud, tambah Sri Mulyani, berupa tindak pencucian uang atau pendanaan terorisme. Serta penyalahgunaan lainnya, yang akan berdampak pada stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

"Sebanyak 1.025 kasus pembawaan uang tunai, mayoritas berasal dari penumpang pesawat udara. Ini sejalan dengan hasil penilaian risiko pencucian uang yang dilakukan Bea Cukai, bahwa pembawaan uang tunai masih berisiko tinggi," ujar Menkeu.

Untuk itu, ujar Menkeu, perlu kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan dalam pengawasan pembawaan uang tunai. Utamanya Bea dan Cukai dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Sehingga barang dan uang tunai yang dibawa ke Indonesia bisa dipastikan  legalitasnya. Guna meningkatkan kewaspadaan atas pembawaan uang tunai lintas batas, Kemenkeu juga telah meluncurkan Electronik Custom Declaration (ECD) Nasional," kata Sri Mulyani.

Comment

Leave a reply
Your email address will not be published.