Terjadi Gangguan Kognitif Setelah Pulih dari COVID-19

Sun, Aug 1, 2021 12:24 PM
By Mona - Bersamamedia
News Article

Gangguan kognitif dilaporkan terjadi setelah pulih dari COVID-19, menurut dua penelitian yang dipresentasikan pada Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer tahunan, yang diadakan dari 26 hingga 30 Juli di Denver.

Dikutip dari Medical Xpress, Minggu (1/8/2021), Gabriel de Erausquin, MD, Ph.D., dari University of Texas Health Science Center di San Antonio Long School of Medicine, dan rekannya melakukan studi kohort prospektif yang melibatkan warga Amerindian yang lebih tua dari Argentina untuk memeriksa gejala sisa neuropsikiatri kronis dari sindrom infeksi virus corona (SARS-CoV-2). 

Data dimasukkan dari 233 peserta yang terinfeksi SARS-CoV-2 dan 64 kontrol. Para peneliti mengategorikan sampel menjadi tiga kelompok: kognisi normal, gangguan memori saja, dan gangguan multi-domain (masing-masing 44,6, 21,0, dan 34,4 persen). Ada korelasi yang diamati untuk tingkat keparahan gangguan kognitif dengan tingkat keparahan disfungsi penciuman, tetapi tidak ada korelasi dengan tingkat keparahan COVID-19 akut.

George Vavougios, M.D., Ph.D., dari University of Thessaly di Volos, Yunani, dan rekannya meneliti prevalensi dan asosiasi gangguan kognitif pada 32 pasien dengan COVID-19 ringan hingga sedang yang dipantau selama dua bulan setelah keluar dari rumah sakit. 

Para peneliti menemukan bahwa 56,2 persen pasien mengalami penurunan kognitif, dengan skor Montreal Cognitive Assessment

Comment

Leave a reply
Your email address will not be published.