Vaksin Efektif Menurunkan Resiko Kematian Covid-19

Sun, Aug 1, 2021 12:57 PM
By Mona - Bersamamedia
News Article

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut, vaksin sangat efektif dalam mengurangi resiko keparahan dan kematian ketika seseorang terpapar Covid-19.

Kesimpulan tersebut didapat, dari data-data egek vaksinasi terhadap warga yang telah menerima suntikan vaksin dosis pertama dan kedua.

"Karena kita telah begitu banyak melakukan vaksinasi, warga yang mendapatkan dosis pertama dan dosis kedua, maka sudah bisa lihat data-data efek dari vaksinasi. Kenyataannya, vaksin amat mengurangi risiko keparahan dan risiko kematian," tutur Anies seperti dikutip dari kanal YouTube resmi Pemprov DKI Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Secara rinci, dari total sebanyak 4.2 juta orang ber-KTP DKI Jakarta yang telah divaksin minimimal dosis pertama, hanya ada 2.3 persennya saja yang tetap terpapar virus berbahaya ini.

"Angkanya kecil sekali," tutur Anies.

Selain itu, sebagian besar dari mereka yang terpapar tersebut, tidak ditemukan adanya gejala yang berat karena Covid-19. Termasuk minimnya angka kasus meninggal pada mereka yang telah divaksin.

"Dari 4.2 juta irang yang tadi sudah divaksin, ber-KTP DKI, hanya 0,013% yang meninggal sesudah terpapar Covid-19, atau kira-kira 13 kasus per 100 ribu penduduk, itu yang meninggal," jelasnya.

"Kalau kita lihat, dibandingkan dengan yang belum vaksin, yang sudah divaksin itu Case Fatality Rate-nya atau tingkat kematian kasusnya menurun sampai kurang dari 1/3," tambahnya melengkapi.

Lebih lanjut Anies menegaskan, agar warga tidak beranggapan bahwa kasus kematian ini sekedar angka statistik. Karena dibalik kematian tersebut ada keluarga, saudara atau mungkin teman yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai.

"Dan bahkan kehilangan orang-orang yang diandalkan untuk menopang kehidupan keluarga. Setiap angka kematian adalah duka dan setiap kematian juga sesungguhnya adalah takdir Allah yang tidak bisa dimajukan, tidak bisa diundurkan," tegasnya.

Comment

Leave a reply
Your email address will not be published.