Pemkot Tasikmalaya Siagakan 1.000 Rapid Test DBD

by -8 views

 

 

 

BERSAMAMEDIA.COM, Tasikmalaya : Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, segera mendatangkan 1000 alat rapid test Demam Berdarah Dengue (DBD).

Alat tes cepat DBD (NS 1) ini, didatangkan untuk mempercepat deteksi dini penyebaran DBD di Kota Tasikmalaya.

“Dengan diteksi yang cepat, penanganan juga dapat dilakukan dengan cepat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat, kepada BMN, Selasa (28/7/2020).

Data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kasus DBD saat ini, meningkat hingga 960 kasus, dengan jumlah kematian 18 kasus.

“Kematian bertambah satu, jadi 18 orang. Kasusnya jauh melampaui tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Jumlah kasus yang tinggi diantaranya disebabkan penanganan yang tidak maksimal. Selama ini, kasus yang ditemukan karena terlambat ditangani.

“Hasil dinyatakan DBD butuh waktu lama. Kondisi ini diantaranya yang menyebabkan masyarakat tidak sadar, bahwa keluarganya terjangkit. Sehingga saat ditangani, kondisinya sudah agak berat,” jelas Uus.

Maka dari itu, Ia berharap dengan diteksi dini yang cepat menggunakan rapid tes, penanganan DBD dapat dilakukan dengan maksimal.

“Mudah- mudahan dengan diteksi yang cepat, kasusnya bisa ditekan,” harapnya.

Sementara itu kasus DBD di Kota Tasikmalaya tersebar merata di 10 kecamatan. Salah satunya, di Kecamatan Bungursari.

Kepala Puskesmas Bantar, Kecamatan Bungursari, Tedy Setiadi mengatakan, jumlah kasus DBD di wilayahnya termasuk tinggi. Bahkan, mencapai 51 kasus.

“Dua diantaranya meninggal dunia,” ucap Tedy.

Maka dari Tedy menilai, keberadaan Rapid Test DBD (NS 1), akan membantu p
Puskesmas dalam penanganan DBD sejak dini.

“Untuk mengetahui seseorang terjangkit DBD setidaknya butuh waktu 4 hari. Sehingga penanganan yang dilakukan tidak maksimal, berbeda jika ada NS 1, hasilnya yang cepat dapat memaksimalkan penanganan,” jelasnya.

Sedangkan untuk menekan penyebaran DBD, Puskesmas Bantar kata Tedy, mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, diantaranya pemberantasan sarang nyamuk.

“Kami bersama masyarakat bersama- sama melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Alhamdulillah beberapa hari ini tidak ada pasien yang ditangani akibat DBD,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.