Menurut Ahli, Begini Cara Tepat Mengatasi Mata Kering

0
36
Ilustrasi mata. ©2019 Merdeka.com/Pexels
Share Post
Menurut Ahli, Begini Cara Tepat Mengatasi Mata Kering

Ilustrasi mata. ©2019 Merdeka.com/Pexels

Bersamamedia.com – Mara kering merupakan masalah yang sering dialami oleh masyarakat saat ini. Perubahan gaya hidup serta lingkungan yang tak sehat mengakibatkan meningkatnya risiko pada mata ini.

“Mata kering adalah suatu kondisi hilangnya keseimbangan dari komponen air mata yang menyebabkan kualitas dan kuantitas air mata menjadi terganggu,” ucap Nina Asrini Noor, dokter spesialis mata di Dry Eye Center Jakarta Eye Center (JEC).

Aktivitas dengan atensi visual yang tinggi dalam durasi yang lama, seperti menatap gawai atau layar monitor dapat menjadi faktor penyebab mata kering dan lelah. Jika tidak ditangani dengan segera, mata kering bisa menyebabkan menurunnya kualitas hidup. Bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan mata secara permanen.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara menghindarinya. “Kunci pertama adalah atur pola hidup, itu dulu. Kalau pola hidupnya enggak diatur, kita akan kejar-kejaran. Mau kapan sembuhnya kalau begitu?” ucap Nina.

Beberapa pola hidup yang dapat diterapkan antara lain adalah menghindari paparan AC yang terlalu lama atau langsung. Lalu, mengurangi penggunaan monitor atau gawai terlalu lama.

“Begitu pun dengan penggunaan lensa kontak. Sangat dianjurkan untuk mengikuti instruksi dokter mengenai penggunaan dan perawatannya,” jelas Nina.

Anda bisa mencoba untuk mengompres hangat kelopak mata selama beberapa menit dan menjaga kebersihan di area kelopak mata salah satunya menghapus make-up hingga bersih.

Tak ketinggalan, konsumsi air putih juga harus cukup. Dehidrasi dapat membuat mata menjadi lebih kering.

Apabila kondisi mata kering terus berlanjut, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis mata untuk menentukan bagaimana penanganan selanjutnya.

“Karena tidak semua mata kering itu sama, tergantung pada lapisan air mata yang terganggu. Sehingga pengobatannya pun bermacam-macam, beda penyebab juga beda penanganan,” tandas Nina.

Reporter: Diviya Agatha
Sumber: Liputan6.com [RWP]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here