Subhanallah, Ratusan Mobil Bawa Bantuan Mengular Puluhan Kilo

0
190

Subhanallah, Ratusan Mobil Bawa Bantuan Mengular Puluhan Kilo

Ratusan kendaraan terjebak macet dan mengular hingga puluhan kilometer di jalan raya dari Labuhan akses menuju Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang, Banten.
Uniknya, kendaraan yang mengular ini akibat banyaknya kendaraan yang mengangkut logistik bantuan untuk korban bencana Tsunami di daerah yang masih terisolir, Kecamatan Sumur. Mereka berjuang keras menembus akses menuju Kecamatan Sumur ditengah kerusakan sejumlah jalan dan jembatan. Juga jalan licin karena dipenuhi lumpur dan tanah coklat dari tsunami dan hujan.

Ratusan kendaraan membawa bantuan tetap tak bergeming. Tak sedikit terlihat ada sejumlah mobil mewah. Mereka antri di jalan untuk bisa menggapai Kecamatan Sumur membantu saudara-saudaranya yang tengah terimpa musibah.

Amrayadi, anggota Tim Laskar Media Peduli Bencana yang dibentuk oleh Bersama Media Network (BMN), Asosiasi Radio Swasta Lokal Seluruh Indonesia dan YSP Group melalui sambungan telepon menginformasikan bahwa sudah satu jam kendaraan mereka tidak bisa bergerak karena terjebak macet.

“Jalan menuju ke daerah Kecamatan Sumur mengalami kemacetan, kebanyakan kendaraan yang membawa bantuan untuk korban dan pengungsi di kecamatan Sumur, kami tertahan di jalan, entah ada apa, apakah ada jembatan yang rusak,” ujar Amrayadi.

Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten adalah salah satu wilayah terdampak yang luluh lantak diterjang tsunami Selat Sunda. Untuk menuju ke lokasi ini banyak relawan yang kesulitan menembus akses jalan. Hal ini membuat banyak dikeluhkan. Sehingga, sampai siang kemarin, logistik belum sampai kesana.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, sempat memberi informasi bahwa beberapa jalan dan jembatan rusak di daerah tersebut. Namun, saat ini sudah bisa ditembus kendaraan.

“Petugas dan kendaraan evakuasi sudah bisa menembus daerah Sumur. Sebelumnya beberapa jalan dan jembatan rusak,” kata Sutopo lewat akun twitter-nya pada Senin sore, 24 Desember 2018.

Waktu tempuh normal yang diperlukan untuk sampai ke Sumur sekitar 2 jam. Lantaran sejumlah hambatan di jalan, waktu tempuh menjadi 4-5 jam.

Menyusuri pesisir kawasan Tanjung Lesung menuju arah Ujung Kulon, beberapa batang pohon tumbang sempat menghalangi jalan. Jalan becek bertanah merah sesudah hujan, cukup membuat orang berpikir ulang untuk melewatinya.

Di persimpangan jalan arah Cibaliung, Pandeglang, jalanan rusak parah dipenuhi lumpur tebal. Untuk menghindari terperosok, mobil harus berbelok menuju jalan alternatif.

Sebuah jembatan penghubung jalan amblas dan rusak sama sekali tak bisa dilewati. Tim pun melewati jalur alternatif.

Kondisi sejumlah pemukiman di Kecamatan Sumur mengalami rusak parah tak berbentuk menjadi pemandangan yang memilukan.

Sejumlah warga yang sudah mulai kembali ke Kecamatan Sumur, mengeluh kekurangan logistik. Mereka mengaku harus memungut makanan-makanan yang tertimbun oleh puing-puing bangunan. Sampai siang kemarin, belum ada posko-posko yang didirikan di sana.

Selain itu, tim medis pun minim. Menurut warga, Puskesmas Kecamatan Sumur tak beroperasi dengan optimal. Beberapa warga yang mengalami luka-luka belum memperoleh penanganan. Penduduk sekitar juga kesulitan memperoleh air bersih.

Kondisi demikian berkebalikan dengan posko di Kelurahan Cikadu, Tanjung Lesung. Sejumlah bantuan berdatangan sejak tadi malam. Posko di kelurahan setempat pun saat ini telah menyediakan toilet darurat.

Begitu pula dengan Posko Kemensos RI di daerah Labuhan. Mobil-mobil yang membawa bantuan terparkir memenuhi jalan dan membuat macet orang berlalu-lalang.

Tsunami Selat Sunda terjadi pada Sabtu malam (22/12/2018). Tsunami menerjang tiga wilayah yaitu di Kabupaten Padenglang, Lampung Selatan, dan Serang. Di Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak parah terdapat di sepanjang pesisir pantai dari pantai Carita, Panimbang, Tanjung Lesung, Teluk Lada, dan Sumur. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here